Belajar LADSIM

Assalamualaikum semuanyaa. Oke, pada kesempatan kali ini aku ingin membuat suatu postingan tutorial menggunakan software Ladsim. Ya, Ladsim atau ladder simulator merupakan salah satu software basic untuk kalian yang ingin belajar mengenai ladder diagram. Sekedar info aja, software ini aku pelajarin di mata kuliah Elektronika Industri. Yups, anak tekind juga belajar tentang ini lhoo. Hehehe.

Nah, jadi disini aku akan menjelaskan beberapa tools yang disediain di Ladsim ini. Oh iya sebelumnya bagi kalian yang belum tau ladder diagram itu apa, jadi ladder diagram ittu sebenernya sama aja kayak Bahasa pemrograman gituu. Seperti java, c++, dan semacamnya lah. Nah kalau ladder diagram ini merupakan Bahasa yang digunakan ketika kalau memprogram PLC. Mungkin untuk PLC aku udah ngejelasin sekilas di postingan Otomasi Menurutku, kalian bisa baca disana.

tampilan awal

Naah, langsung aja ya. Gambar di atas merupakan tampilan utama dari Ladsim. Jadi ketika kalian buka untuk pertama kali akan ada 3 window utama. Yang pertama itu ada window controls yang berisikan tool-tool yang akan digunakan dalam nge-built si program, ntar aku jelasin satu satu. Terus ada window controls yang kedua, nah kalau yang ini tools nya itu kayak untuk simulasi programnya, terus untuk nambah rung, hapus rung dan sebagainya. Oh ya, rung itu apa sih? Nah, kan udah dibilang kalau ini nama bahasanya ladder. Jadi bentuk programnya itu layaknya tangga gitu, disini sebutannya adalah rung dimana satu rung itu memiliki kondisi tertentu sesuai dengan program yang kita buat.

Oke, selanjutnya aku akan ngejelasin masing-masing tools yang ada. Langsung di cek yaaa, ndk banyak kok. Disini aku cuman ngejelasin tools tools yang umum aja.

  1. Normally Open dan Normally Close
NO dan NC
Rung 0 itu cth NO dan Rung 1 itu cth NC

Nah, tools yang pertama biasa disingkat dengan NO dan NC. Fungsi dari tools ini adalah sebagai sebuah inputan dari program yang akan kita buat. Ibaratnya nih ya, missal kita mau buat program lampu menyala. Nah, si saklar yang buat nyalain atau mungkin matiin itu adalah si NO dan NC ini. Tapiii ada perbedaannya nih untuk NO dan NC. Pertama nih untuk NO, kalau kita aliri arus listrik ke NO maka listrik nya ini ndk akan mengalir kecuali kita tekan dulu si NO nya. Sedangkan untuk NC itu tanpa kita tekan dia sudah mengaliri si listriknya. Tapi kalau NC ditekan malah akan memutuskan arusnya sehingga listrik tidak akan bisa mengalir.

  1. Timer

timer.png

Tool yang kedua adalah timer. Dari namanya sih udah jelas kan ya kalau tool ini untuk melakukan perhitungan. Nah, biasanya sih kalau di program timer itu berfungsi kalau ada kasus yang contohnya itu semacam gini nih “jika saklar a ditekan maka akan menyalakan lampu merah selama 5 detik, lalu mati” naah, disitulah fungsi timer bekerja. Dia akan menghitung selama 5 detik. Sedangkan untuk mematikan nya dibutuhkan NC. Bentuk programnya bisa dilihat di gambar di atas.

  1. Counter

counter.PNG

Okey, lanjuuut. Kalau tool ini 11 12 sama timer. Bedanya adalah, timer dia menghitung waktu sedangkan counter dia menghitung suatu perubahan hahaha. Yups, jadi counter akan menghitung jika terjadi perubahan kondisi baik itu dari 1 ke 0 atau kebalikannya. Jadi dia ndk akan menghitung jika kondisinya itu tetap.

  1. Latching dan Unlatching

latching.PNG

Tools yang terakhir ini merupakan tools yang sepaket. Bisa dibilang latching dan unlatching ini merupakan tool output pada umumnya. Nah, tapi ada yang membedakan nih. Kalau tool output yang biasa, itu tidak ada tulisan L atau U di dalamnya. Bisa kalian bandingkan dengan gambar di tool yang no 1. Karena logonya beda fungsinya pun juga beda. Jadii, latching ini merupakan output yang akan menyala terus meskipun inputannya itu mati. Jadi bisa diilustrasikan kalau kamu nyalain lampu pakai tombol nyala. Terus pas kamu tekan lagi, maksut hati untuk matikan si lampu tapi malah lampunya tetep nyala. Kurang lebih gitu. Lha terus cara matiinya gimana?

Naah, bisa dibilang ini cocok dengan kalimat bahwa Allah itu menciptakan ciptaannya berpasang-pasangan. Si latching pun memiliki pasangan juga, yaitu unlatching hahaha. Jadi, untuk mematikan latching, kalian harus memasan unlatching dimana unlatching ini di trigger oleh inputan yang berbeda.

Nah, itu dia tools basic yang ada pada Ladsim. Selanjutnya yang membuat Ladsim ini special adalah terdapat fitur simulate. Fitur ini sebenernya untuk membuat kita mensimulasikan program yang telah kita buat sih. Nah, ada fitur simulasi bawaan yang memang di buat oleh Ladsim ini, antara lain adalah simulasi car park, vending machine, line packaging, dan sebagainya. Oh iya, untuk spesifikasi dari softwarenya sendiri berhubung software ini merupakan software untuk belajar ladder diagram makanya tidak terlalu besar ukurannya. Nah, karena ukuran yang tidak besar ini beberapa tools juga dibatasi jumlahnya.

Sebenernya software untuk build ladder diagram itu ada banyak. Nah, softwarenya itu tergantung jenis PLC yang dipakai. Jadii, mau aku lurusin dulu nih bagi kalian yang bingung. Bahasa ladder diagram itu merupakan Bahasa untuk ngebuilt program di PLC. Kita tahu jenis PLC itu banyak dan masing masing jenis PLC memiliki softwarenya sendiri sendiri. Kalau Ladsim, karena dia hanya software untuk belajar, dia ndk punya hardware gitu yang bisa dikoneksikan. Jadi disini kita hanya sebatas membuat program lalu disimulasikan secara terbatas.

Palingan itu dulu deh penjelasanku mengenai Ladsim ini. Kedepannya aku juga akan mencoba berbagi software-software yang kupelajari selama kuliah di tekind Telkom ini. Jadi, selalu ditunggu aja ya postingan-postingannya. Nuhun semuanya, matur suwun.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: