9 Lab di Teknik Industri Telkom (1)

Assalamualaikum kawan-kawan semua. Kali ini aku pingin berbagi mengenai lab-lab apa aja sih yang ada di teknik industri Telkom. Yaa, tulisan ini aku buat karena aku sudah melewati ke 9 lab itu semua hahaha. Jadinya bisa berbagi tentang apa aja sih yang ada di lab tersebut. Meskipun telah lulus sebagai praktikan dari ke 9 lab bukan sebagai asisten nya lho ya wkwkwk, mudah-mudahan aja tetep bisa bermanfaat bagi kalian. Oke langsung aja yaps.

Sebelum ku jabarin satu satu, kusebutin ke 9 lab ini dimana kuurutkan dari yang pertama kali ku dapatkan hingga paling akhir. Yang pertama itu ada Lab gambar teknik (gartek), lab analisis perancangan kerja (apk), lab proses manufaktur (prosman), lab sistem produksi dan otomasi (sispromasi), lab statistika industri dan penelitian operasi (sipo), lab product development (pdev), lab simulasi bisnis (simbi), lab tekno ekonomi (tekmi), lab perancangan tata letak fasilitas (pft). Okedeh, selanjutnya akan aku bahas satu satu mulai dari yang pertama nih.

  1. Lab Gambar Teknik (Gartek)

Gartek.PNG

Jadi, lab gartek ini adalah lab yang pertama aku dapatkan yaitu di semester 3. Sebenernya ada dua lab yang kudapatkan di semester 3, selain gartek ada juga apk. Nah, di lab ini sendiri kita akan belajar menggunakan software 3d yaitu Solidwork. Jadi, selama satu semester itu kita mengupas tuntas menggunakan software ini. Di sini kita tidak hanya belajar untuk membuat gambar 3d nya saja, tetapi 2d nya juga. Kalau dilihat-lihat sih malah pentingan 2d nya, karena disini kita menjadi lebih tahu cara membaca suatu gambar teknik. Dan itu pun yang ditekankan juga oleh dosen ku.

Kenapa sih kita perlu belajar gambar teknik? pada dasarnya seorang teknik industri itu harus bisa membaca suatu gambar teknik. Itu sih intinya, kalau kata dosen ku itu kita perlu tau cara baca nya biar tidak dibohongin atau dikelabuin baik itu masalah ukuran dan segala macam yang berkaitan dengan gambar teknik. Karena, ukuran salah larinya pasti ke produknya kan. Kalau produknya salah ukuran pasti masuk ke produk gagal, produk gagal membuat kita rugi karena ndk bisa dijual. Wah repot kalau ini mah.

Maka dari itu, materi di lab ini yang paling sulit menurutku adalah ketika masuk bagian 2d drawing. Jadi disitu kita setelah membuat gambar 3d nya harus di buat gambar 2d nya dengan menyertakan ukuran-ukuran dari berbagai tampak. Dan pastinya dalam menggambar 2d nya harus efektif dan efisien. Artinya, ketika orang lain melihat gambar 2d nya harus dapat menjelaskan secara jelas bentuk produk aslinya, ukurannya harus tepat dan harus rapi. Sekedar info aja, untuk memberi ukuran ukuran itu ada aturan aturannya juga lho. Jadi ndk sembarangan ngasih ukuran.

Nah, jadi gitu intinya di lab ini. Selain itu juga, karena di lab ini mengajarkan kita software 3d gitu sangatlah membantu kita lho sebenernya. Pertama, kita dapat skill baru terus bisa kita pakai untuk ikutan lomba product design. Dan rata-rata yang mengadakan lomba product design itu memang dari jurusan teknik industri. Jadi, apa yang dipelajari di lab ini bisa kita manfaatkan hahaha.

  1. Lab Analisis Perancangan Kerja (APK)

apk.PNG

Selanjutnya adalah lab apk, seperti yang udah kubilang sebelumnya kalau lab ini aku dapetin di semester 3 sama dengan lab gartek. Untuk lab ini aku bener-bener suka dengan ilmunya. Ibaratnya kerasa banget teknik industrinya, apalagi dibarengi dengan gartek. Jadi kedua lab ini memang berhubungan gitu kalau menurutku ya. Pertama, untuk kegiatan lab nya sendiri dalam pertemuan pertama itu kita melakukan semacam simulasi suatu produksi gitu. Yang kita produksi saat itu adalah produk lego. Nah, karena di awal kita belajar mengenai waktu baku maka dari simulasi itu kita akan disuruh menghitung waktu bakunya.

Waktu baku sendiri itu merupakan waktu yang dibutuhkan dalam memproduksi satu produk. Dan perlu kalian tau, untuk mendapatkan waktu baku kita sebelumnya harus tau akan waktu normalnya, untuk dapetin waktu normal harus tau waktu siklusnya dulu. Hahaha, jadi beruntun tuh. Selain itu, kita juga belajar mengenai apa itu antropometri dan gimana sih cara ngukurnya, lalu berbagai macam faktor yang mempengaruhi suatu pekerjaan mulai dari lingkungan, beban kerja fisik, beban kerja mental, dan sebagainya.

Yang serunya lagi, di bagian akhir pertemuan kita melakukan simulasi lagi. Nah disini yang membedakan adalah kita disuruh membuat alat bantu kerja sehingga dapat megoptimalkan simulasi itu dari segi waktu dan output di bandingkan simulasi yang pertama kali di lakukan. Selain alat bantu, kita juga disuruh mengatur level kebisingan, cahaya, dan suhu. Semua ini pada dasarnya memiliki efek penting untuk mengoptimalkan suatu pekerjaan.

  1. Lab Proses Manufaktur (Prosman)

prosman.PNG

Yang ketiga adalah lab prosman. Aku dapetnya ketika masuk semester 4. Dan di semester 4 ini hanya prosman aja kalau dari praktikumnya. Bisa dibilang juga, lab ini merupakan lab yang memiliki investasi paling besar dari lab lab yang lain. Kenapa bisa gitu? Karena di lab ini punya 2 mesin CNC yang mahalnya minta aammpun hahaha. Tapi sebanding dengan ilmu yang didapatkan. Hehehe

Di lab ini kita mempelajari salah satunya adalah Bahasa pemrograman mesin CNC selain itu juga kita belajar mengenai mesin-mesin baik itu mesin bubut, drilling, dan sebagianya. Pertama kali yang dilakukan di lab ini adalah proses desain dahulu menggunakan software 3d. Jadi, kita ndk langsung terjun ke proses pemesinannya tetapi dilakukan dari awal yaitu proses desain dahulu. Setelah itu kita melakukan proses simulasi yang dilakukan menggunakan software SolidCam, add ons dari SolidWork.

Di SolidCam ini kita jadi lebih tahu proses pemesinan yang nantinya akan ngebentuk produk yang telah kita desain. Setelah itu kita belajar Bahasa pemerograman mesin CNC menggunakan Bahasa NC Code. Dan jujur lumayan sulit juga bahasanya. Pusing banget hahaha. Tetapi setelah materi NC code barulah kita masuk ke lapangan. Disini kita belajar kerja bangku yang salah satunya terdiri dari proses menggergaji, drilling, dan lainnya. Dan pada akhirnya kita belajar menggunakan router engraver. Sayangnya sih, pas angkatanku belum pakai mesin CNC yang besar. Jadi router engraver ini sebenernya juga CNC namun ukurannya lebih kecil gitu.

Jadii itulah sekilas cerita untuk lab prosman. Kalau di lab prosman ini yang aku tangkep sih intinya adalah jangan sampai kita membuat produk yang ndk bisa dilakukan proses manufaktur atau ndk bisa dibuat dengan mesin mesin yang sudah ada. Perhatikan juga dalam membuat produk kira-kira proses apa saja yang nantinya akan dilakukan sehingga dapat menghasilkan produk tersebut. Maka dari itu, penting sekali untuk merencanakan di awal.

Okeee, mungkin kali ini aku ngejelasinnya cuman 3 dulu. Hehehe. Sisanya akan kulanjutin di postingan lainnya. Jadi tunggu aja yaa. Masih ada 6 lab lain yang menunggu. Nuhun semuanyaa.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: