Berlabuh ke Pulau Sumatera (1)

Assalamualaikum semua. Akhirnya bisa nulis blog lagi nih. Setelah beberapa hari ndk nulis, akhirnya aku niatkan untuk nulis lagi. Kali ini aku ingin bercerita mengenai pengalaman yang bener-bener pertama kali aku rasain. Pengalaman ini ku dapetin ketika masih semester 2. Jadi gini nih ceritanya.

Di postingan sebelumnya, kalau kalian baca ya, itu ada postingan mengenai research group pertama. Yups, aku ikutan research group salah satu lab di teknik industri telkom yaitu lab gartek dengan nama research groupnya adalah Vignette. Kegiatan Vignette ini mulai berawal dari akhir semester 1 sampai pertengahan semester 2 kalau tidak salah. Sekedar ngingatin aja, kalau di Vignette ini aku belajar berbagai macam software desain baik itu 2d dan 3d. Nah, selain itu juga di kelompok riset ini juga ditargetkan untuk ikutan suatu kompetisi yang ada hubungannya dengan gambar teknik atau lebih tepatnya sih product design.

Suatu ketika ada satu event lomba product design yang diselenggarakan oleh USU Universitas Sumatra Utara yang letaknya ada di Medan. Nama event lombanya itu INPACT atau Industrial Paper and Action 2014. Secara garis besar sih lombanya itu mengharuskan kita untuk membuat suatu produk yang dituangkan dalam suatu proposal creative. Untuk tema nya sendiri itu adalah membuat suatu produk yanh dapat membantu meningkatkan produktivitas kerja. Aku lupa tema spesifiknya apa, cuman kurang lebih kayak gitu. 

Nah, lomba inilah yang menjadi tugas pertama para anggota Vignette. Maksutnya, kita diwajibkan untuk ikutan lomba ini. Lomba ini merupakan lomba berkelompok, jadi satu kelompok terdiri dari 3 orang. Nah, disini kita anggota Vignette akan dibagi bagi oleh kakak aslab gambar teknik. Jadi pembagian kelompoknya itu 2 orang anggota Vignette dan satu orang kakak aslab atau asisten lab. Daaan jreng jreng jreng, aku sekolompok sama kak juju anggota Vignette dan kak tari aslab gartek. Awalnya ngeliat tim ini, jujur aku agak canggung gitu sih. Soalnya tim ini terdiri dari 3 angkatan yang berbeda hahaha. Mulai dari kak tari yang angkatan 2011, kak juju 2013, dan aku yang 2014. Lebih canggung nya lagi di saat itu masih tingkat 1, jadi bener bener belum paham apa apa. Tapi ya ini sudah menjadi kewajiban sih, yaitu mengikuti lomba dan memang tujuan dari ku gabung dengan Vignette salah satunya ya ikutan lomba lomba gitu. Dan sebenernya beruntung banget lho sekelompok sama kak tari ini. Karena bisa dibilang kalau kak tari ini bener bener berprestasi lah di teknik industri. Banyak kompetisi yang udah diikuti dan juga dimenanginya. Kereeen kan.

Oke, tim kan udah kebentuk nih. Berarti saatnya untuk berdiskusi ingin membuat apa untuk lomba INPACT ini. Sekedar info, kalau INPACT 2014 ini tahap pertamanya adalah pengumpulan proposal creative, lalu tahap keduanya adalah tahap final hahaha. Jadi ketika udh lolos tahap pertama maka akan melakukan tahap final atau presentasi dan expo produk di USU nya langsung. Begituuu……

Lanjut ke cerita pencarian ide nih, jadi awalnya aku dan kak juju itu disuruh untuk mencoba mencari ide sama kak tari. Disini aku bener bener bingung, ide nya apaaa yaaa. Akhirnya aku tanya aja ke Abah ku. Aku ceritain kan masalah lomba ini, terus Abah ku saranin bikin alat bantu untuk pembuatan bakso. Waah tanpa pikir panjang aku iyain aja tuh ide dari Abah ku. Terus aku coba cari ide lainnya tuuh, tapi bener bener buntu. Lol. 

Mencari ide itu bener bener susaaaah banget. Sampai akhirnya kak tari ngajak diskusi hasil ide yang udah di dapat. Kalau ndk salah aku diskusi itu di lab gartek, nah disitu saran dari abah aku ceritain. Elah dalaaah, ternyata ketika disuruh kroscek internet, produk yang abah ku pikirin itu udah ada. Malahan udah dijual di pasaraan. Yaaah, jadinya bukan inovasi lagi kaan. Wkwkwkwk ndk guna deh idenya. Disitu mikir keras tuuh mau produk apa yang dibuat. Ketika aku dan kak juju udah buntu, akhirnya kak tari memberikan saran yang benar benar waaah. Kak tari memberikan ide untuk membuat suatu inovasi pisau untuk pengrajin angklung. Dimana latar belakangnya adalah ketidaknyamanan pengrajin angklung dalam menggunakan pisaunya.

Perlu kalian ketahuin yaa, dalam pembuatan angklung itu terdapat pisau khusus untuk pembuatannya. Pisaunya itu melengkung, tidak lurus layaknya pisau dapur. Darisitu, dengan latar belakang yang bagus dan inovasi yang tepat maka ide dari kak tari yang dipilih untuk diikutkan lomba INPACT ini. 

Naaah, mungkin aku potong dulu sampai disini dulu deh. Ntar akan ada lanjutannya. Berasa kayak sinetron aja nih blog. Hahahaha. Oke deh. Tunggu bagian selanjuutnya yaa. 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: